Berita

Berita

Kampung Tematik

Kampung Tematik di RW 01 Kelurahan Mergosono

0 comments

UMKM di wilayah Kelurahan Mergosono

0 comments

Rapat Pleno DPHP Kelurahan Mergosono

PPS Kelurahan Mergosono mengadakan Rapat Pleno Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Malang Tahun 2018 Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran di Kelurahan Mergosono dengan jumlah pemilih baru sebanyak 916 , pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 2.537 , Perbaikan Data Pemilih sebanyak 921 tersebar di 32 TPS sesuai dengan rincian pada Formulir A.B.1-KWK sebagaimana terlampir. Jumlah Rekapitulasi Daftar Pemilih Potensial NON KTP-elektronik di Kelurahan Mergosono dengan jumlah pemilih sebanyak 359 tersebar di 32 TPS sesuai dengan rincian pada Formulir Model A.C.1-KWK

0 comments

Kota Malang menjadi Tuan Rumah APEKSI-2017

 Wali Kota Malang Moch. Anton tak hentinya berbangga, karena kota apel ini menjadi tuan rumah Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Untuk menjadi penyelenggara, butuh waktu 98 tahun. “Ini sejarah bagi Kota Malang, melihat anggota APEKSI jika bergiliran, bisa menunggu 98 tahun untuk jadi tuan rumah kedua kalinya,” kata Anton kepada detikcom di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Jumat (14/7/2017). Kota Malang, lanjut Anton, dipilih hasil Munas digelar di Jambi beberapa tahun lalu. Pemilihan tempat, tidak mudah karena harus memenuhi sejumlah kriteria. “Tempatnya memadai, Kota Malang adalah kota pendidikan, dimana seluruh daerah datang untuk belajar. Selain itu, beragam prestasi yang diraih Kota Malang, seperti terus menerus memperoleh adipura,” beber Anton. Menurut Anton, rakernas bisa dijadikan momen dalam penyelesaian masalah-masalah besar di daerah. Selain itu, semua peserta saling menunjukkan perubahan di segi program pembangunan. “Konkritnya kita ingin mendukung percepatan pembangunan tanah air, dari segi infrastruktur atau bidang lainnya. Musyawarah nasional ini, bisa menjadi tolak ukur pemerintah pusat dalam mengeluarkan kebijakan,” tegas Anton. Sementara DPRD Kota Malang akan mengawasi penyelenggaraan APEKSI nanti. Konon, APEKSI menelan anggaran miliaran rupiah bersumber dari APBD 2017. “Kami akan mengawasi, apakah APEKSI justru dibebankan kepada APBD. Karena setiap anggota APEKSI sudah mengeluarkan iuran untuk melaksanakan kegiatan […]

0 comments

ONOSOGREM CARNIVAL

0 comments

Pembubaran Koperasi Tidak Aktif

0 comments

BSM Seroja Timur

     BSM Seroja Timur RW 06 Kelurahan Mergosono yang berdir 3 tahun yang lalu saat ini sudah memiliki usaha sampingan pembuatan minuman kemasan dengan aneka rasa.     Bermodal keuletan dan ketekunan dalam pengolahan sampah yang juga ditunjang manajemen yang mumpuni BSM Seroja Timur memiliki azet permodalan lebih kurang 15 juta rupiah yang beranggotakan ibu- ibu PKK dan kader lingkungan di wilayah RW 06 kelurahan Mergosono.      Ketua BSM Seroja Timur Diah S. Arifin menjelaskan bahwa modal sebanyak itu di dapat dari hasil pengumpulan sampah yang bisa diuangkan dan juga sebagai hasil penjualan minuman kemasan. “Sampah- sampah tersebut memang hasil dari pengumpulan sampah nasabah dan juga didapatkan dari kade lingkungan  yang kemudian dijual dan kami uangkan ke Bank Sampah Malang Pusat yang ada di kecamatan Sukun ” jelas Diah.      BSM Seroja Timur disamping memiliki usaha sampingan minuman kemasan juga mempunyai usaha kue yang bernama “Seroja”  

0 comments

Profil Lurah Mergosono

Nama NIP Umur Alamat   Hobi Nama Isteri Umur Hobi Nama Anak Umur Hobi Status : Karliono, S.Sos, M.Si : 196703111993021001 : 48 Tahun : Perum.Sari Madu Permai B/14 Kec.Wagir Kab.Malang : Jogging,Tanam Bunga : Pujiati , S.E : 47 Tahun : Memasak,Menjahit : Galih Karno Putro : 21 Tahun : Karate, Gym, Memasak, Fotografi : Mahasiswa

0 comments

Pembuat Alat Musik Tradisional dari Mergosono

Pak Yahri (65th) dibantu Yoyok putranya warga RW 03 kel. Mergosono produktif dalam mem buat alat musik tradisi onal yang mana kua litasnya tidak kalah dengan alat musik yang dijual di pasar modern.   Biola buatan pak Yahri kualitas suaranya sekelas dengan biola orkestra internasional. Bersama timnya pula mampu membuat biola dengan kayu pilihan dengan jaminan bunyi yang lebih berkelas dengan umum nya alat musik di pasaran. Dalam segi harga pun juga terjangkau. Harapan pak Yahri terhadap pemerintah agar mendapat perhatian dalam hal permodalan, promosi dan pameran . Industri ini dirintis sejak tahun 1980 dan masih eksis hingga sekarang Karya Pak Yahri sudah dipesan mulai pula Jawa sampai Bali, Jambi, Mataram, Banjarmasin dll. Juga dipakai pada kampus- kampus di kota Malang bahkan kendang buatannya pernah dipakai pada acara musikal di setasiun swasta nasional.     sumber: Malang Pagi

1 comment

Karnaval-2015

0 comments